BAGAIMANA ORGANISASI MEMENANGKAN MASA DEPAN
TANPA KEHILANGAN KEUNGGULAN HARI INI?
Di tengah percepatan AI (Artificial Intelligence), advanced automation, electrification, platform economy, dan supply-chain volatility, keunggulan masa lalu tidak lagi menjamin future relevance. Pertanyaan strategis bagi para pemimpin bukan sekadar teknologi apa yang harus diadopsi, melainkan organizational capabilities apa yang harus dibangun agar perusahaan tetap adaptive, resilient, dan value-creating.
Ambidexterity Innovation Model (AIM) menawarkan strategic lens untuk menjawab dilema tersebut: bagaimana memperkuat core business hari ini melalui exploitation, sambil secara disiplin membuka growth options masa depan melalui exploration. Buku ini mengintegrasikan transformational leadership, absorptive capacity, digital transformation capability, dan innovation discipline ke dalam kerangka yang rigorous namun aplikatif.
Dengan relevansi yang kuat terhadap Industry 4.0, smart manufacturing, digital twins, xEV transition, dan ecosystem collaboration, buku ini membantu pembaca membangun strategic architecture for renewal-agar organisasi tidak hanya surviving disruption, tetapi mampu shaping the future.
| Detail Buku | |
| ISBN | |
| Penulis Buku |
|
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed & UmiyatulAzzahra, S.Si |
| Desain Sampul & Tata Letak | Bunga Elza Ulandari, S. Psi |
| Penerbit | CV. PENERBIT BUKU INDONESIA |
| Kategori | Manajemen dan Bisnis |
| Ukuran | A5 |
| Halaman | 221 |
| Tahun Terbit | 2026 |







Ulasan
Belum ada ulasan.