Perkembangan kecerdasan artifisial telah mengubah cara musik diproduksi, dipahami, dan diajarkan. Bunyi tidak lagi sepenuhnya lahir dari proses manusia yang panjang, tetapi juga dari sistem yang mampu menghasilkan berbagai kemungkinan dalam waktu singkat. Perubahan ini menandai lahirnya apa yang dapat dipahami sebagai resonansi algoritmik, yaitu hubungan timbal balik antara manusia dan mesin dalam proses kreatif. Pertanyaan mendasar pun muncul tentang siapa yang sebenarnya menentukan arah dalam penciptaan musik.
Kreativitas tidak lagi dapat dipahami sebagai milik tunggal manusia, melainkan sebagai hasil relasi antara manusia, mesin, dan sistem budaya digital. Musik menjadi ruang negosiasi antara intensi manusia dan respons algoritmik yang terus berkembang. Posisi manusia bergeser dari sekadar produsen bunyi menjadi pengambil keputusan yang menentukan arah dan makna. Kemampuan memilih, menilai, dan mempertanggungjawabkan keputusan menjadi inti dari praktik musikal di era ini.
Perubahan tersebut membawa implikasi besar bagi pendidikan musik yang selama ini berpusat pada keterampilan teknis. Fokus pembelajaran perlu bergeser menuju kesadaran, tanggung jawab, dan kedalaman pengambilan keputusan estetik sebagaimana dirumuskan dalam kerangka Decision Points Framework. Teknologi tidak lagi dipandang sebagai ancaman, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang memperluas kemungkinan kreatif. Pada akhirnya, musik tetap menjadi ruang manusia untuk memberi makna di tengah kompleksitas yang tidak dapat sepenuhnya diotomasi
| Detail Buku | |
| ISBN | 978-634-7708-05-2 |
| Penulis Buku | Dr. Dedy Setyawan, S.Pd., M.Sn |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Aulia Septia Pitri, S.T. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Bunga Elza Ulandari, S. Psi |
| Penerbit | CV. PENERBIT BUKU INDONESIA |
| Kategori | Pendidikan Musik |
| Ukuran | A5 |
| Tahun Terbit | 2026 |







Ulasan
Belum ada ulasan.