Kesehatan mental pekerja di lingkungan industri menjadi bagian penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Risiko psikososial dapat muncul akibat tuntutan kerja yang tinggi, tekanan waktu, rendahnya kendali kerja, serta kurangnya dukungan sosial di tempat kerja. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan mental pekerja, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, pengelolaan risiko psikososial diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
Pembahasan dalam buku ini mencakup berbagai faktor risiko psikososial yang sering ditemukan di lingkungan industri, seperti stres kerja, kecemasan, depresi, organisasi kerja, sistem kerja, serta hubungan kerja. Selain itu, dijelaskan pula hubungan antara tuntutan kerja, kendali kerja, dan dukungan sosial terhadap kondisi psikologis pekerja. Pengelolaan risiko psikososial dibahas melalui PRisMA (Psychosocial Risk Assessment and Management in the Workplace), ISO 45003:2021, dan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Ketiga konsep tersebut digunakan sebagai dasar dalam memahami dan mengelola risiko psikososial di tempat kerja.
Materi disusun melalui pembahasan mengenai identifikasi, penilaian, pengendalian, dan pemantauan risiko psikososial dalam lingkungan kerja industri. Setiap pembahasan dikaitkan dengan konsep keselamatan dan kesehatan kerja serta kesehatan mental pekerja. Hubungan antara kondisi kerja dan kesejahteraan psikologis dijelaskan sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan kerja yang berkelanjutan. Dengan demikian, pembahasan dalam buku ini dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran mengenai risiko psikososial di lingkungan industri.
| Detail Buku | |
| ISBN | |
| Penulis Buku |
|
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Aulia Septia Pitri, S.T. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Bunga Elza Ulandari, S. Psi |
| Penerbit | CV. PENERBIT BUKU INDONESIA |
| Kategori | Psikologi Industri dan Organisasi |
| Ukuran | A5 |
| Tahun Terbit | 2026 |







Ulasan
Belum ada ulasan.