Kisah Ayub membuka tabir tentang pertarungan otoritas antara kuasa Allah dan Iblis, sekaligus menggambarkan bagaimana kesetiaan sejati manusia diuji melalui penderitaan. Cerita ini menyingkap bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia tidak lepas dari kedaulatan Allah. Iblis hanyalah alat yang diizinkan untuk menguji, sementara Allah tetap memegang kendali atas segalanya. Melalui penderitaan Ayub, tampak bahwa kuasa dan kasih Allah tidak pernah terpisah; keduanya hadir bahkan di tengah kesakitan yang paling dalam.
Kisah ini mengajak pembaca untuk melihat penderitaan bukan sebagai tanda ketiadaan Allah, melainkan sebagai ruang pembentukan iman yang sejati. Keteguhan Ayub menjadi teladan bagi manusia modern yang sering menilai kasih Tuhan dari kemudahan hidup. Iman Ayub berdiri teguh meski kehilangan segalanya, menunjukkan bahwa kesalehan sejati tidak diukur dari berkat yang diterima, tetapi dari kesetiaan yang bertahan saat tidak ada alasan untuk percaya. Lewat kisah ini, manusia diajak merenungkan kembali makna iman, penderitaan, dan kasih Allah yang berdaulat atas segala hal.
| Detail Buku | |
| ISBN | |
| Penulis Buku | Pdt. Dr. Ferry Sonny Nixon Lumintang, M.Th. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Aulia Septia Pitri, S.T |
| Desain Sampul & Tata Letak | Bunga Elza Ulandari, S. Psi |
| Penerbit | CV. PENERBIT BUKU INDONESIA |
| Kategori | Agama Kristen |
| Tahun Terbit | 2025 |







Ulasan
Belum ada ulasan.